Maaf, Aku Belum Pantas Untukmu

Hampir semua orang mungkin mengatakan bahwa sakitnya cinta yang tak terkatakan, hanya bisa merasakan dalam diam. Hingga tiba saatnya waktu akan mengantar kita pada sebuah pelaminan yang kadang orang yang akan disamping kita bukanlah orang yang pernah kita taruh hati padanya.

Bila belum bersedia melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam,
Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya,
Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang,
Kau tak mau merosak kesucian dan penjagaan hatinya,
Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu,
Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu,
Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya,
Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah Allah swt pilihkan untukmu..
Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali ???
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan,
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah,
Karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ???

Jawaban itu menjadi sangat lumrah bagi sebagian orang untuk dijadikan alasan, namun berbeda lagi jika jawaban itu mengatakan karena belum siap.

Jika selama ini ada yang telah menaruh hati padaku, maka syukurku sangatlah besar
Aku bersyukur, karena aku sadari aku sama sekali tak pantas untuk mendapat belas kasih
Bukan karena aku naif atau karena aku tak mau untuk diberi kasih sayang
Namun aku tak ingin orang lain kecewa padaku lantaran hal-hal yang sepele
Wajahku yang tak rupawan, aku tak ingin suatu saat ini dipermasalahkan
Hartaku yang tak melimpah, aku tak ingin ini menjadi tuntutan besar darinya
Aku yang belum sepenuhnya baik, masih banyak dosa yang tertaut padaku
Keturunan yang aku bahkan tak tahu bagaimana Allah mengaturnya untukku
Maka dari itu aku minta maaf, "Karena Aku Bekum Siap, dan Karena Aku Masih Belajar Untuk Menjadi Orang Yang Baik".

Dalam hati memang ada sebuah keyakinan yang tak bisa diingkari keadaannya, bahwa apa yang aku sampaikan diatas adalah sebuah kejadian yang satu-persatu akan datang. Semoga saja aku bisa menangani masalah itu ketika ada yang mempermasalahkannya.
Posting Komentar

Posting Komentar